Beli Beras Diskon 24 Ribu Livin Mandiri Indomaret

Promo “Diskon Rp 24 Ribu Beli Beras di Indomaret Melalui QR Livin’ by Mandiri”

Periode Program

Struk diskon

21 – 23 Oktober 2022

Promo “Diskon Rp 24Rb Beli Beras di Indomaret melalui QR Livin’ by Mandiri”

Promo “Diskon Rp 24Rb Beli Beras di Indomaret melalui QR Livin’ by Mandiri” merupakan program pemberian diskon sebesar Rp 24.000,- kepada nasabah yang melakukan transaksi melalui pembayaran QRIS dengan menggunakan fitur QR Payment Livin’ by Mandiri di store Indomaret.

Apa yang dimaksud dengan fitur QR Payment?

QR Payment merupakan fitur yang membantu nasabah untuk melakukan pembayaran dengan scan QR code atau QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang dimiliki oleh merchant ataupun merchant yang melakukan scan terhadap QR code nasabah yang di-generate di Livin’ by Mandiri, dengan sumber dana rekening tabungan/giro nasabah.

Mekanisme Program

  • Program berlaku untuk seluruh Nasabah Bank Mandiri baik nasabah baru maupun nasabah yang sudah mendaftar/registrasi Livin’ by Mandiri (icon kuning).
  • Nasabah melakukan transaksi pembayaran menggunakan QR Livin’ by Mandiri di store Indomaret.
  • Diskon berlaku untuk setiap pembelian produk beras 5kg di store Indomaret.
  • Diskon yang didapat sebesar Rp 24.000,-
  • Berlaku kuota transaksi sebanyak 1 kali/user/hari
  • Maksimal transaksi 3 kali/user/minggu selama periode program.

Syarat dan Ketentuan Program

  • Promo ini tidak dapat diuangkan.
  • Pihak Bank Mandiri pada program promo ini berdasarkan keputusan bersama sewaktu-waktu berhak melakukan perubahan syarat dan ketentuan promo.
  • Pihak Bank Mandiri dapat menggugurkan hak pengguna apabila ditemukan tindakan yang dianggap penyalahgunaan, kecurangan dan/atau transaksi mencurigakan lainnya.
  • Program ini tidak dapat digabung dengan promo merchant lainnya.
  • Promo bersifat non-refundable, tidak dapat dibatalkan, dan tidak dapat diubah.
  • Keputusan, ketentuan, maupun perubahan ketentuan yang dibuat oleh Bank Mandiri tidak dapat diganggu gugat.

Nikmati beragam fitur Livin’ by Mandiri

  • Livin’ by Mandiri (icon kuning) merupakan layanan perbankan online terbaru dari Bank Mandiri yang dapat diakses melalui aplikasi
Advertisement

Review Belanja Di Aplikasi Klik Indomaret

Belanja di aplikasi Klik Indomaret pertama kali saya lakukan di tahun 2018 dan sempat menuliskannya di artikel ini. Karena bagus dan memuaskan, saya terus menggunakannya hingga saat ini. Pada dasarnya belanja di aplikasi Klik Indomaret dapat dilakukan dengan 2 metode transaksi : 1.pick up/diambil sendiri di toko Indomaret, dengan minimal pesanan Rp 50.000,00, 2. delivery/diantar […]

Review Belanja Di Aplikasi Klik Indomaret

Review Saham POWR

POWR merupakan penyedia tenaga listrik
eksklusif untuk 5 kawasan industri di Cikarang
dengan 2.554 pelanggan industri.
› Per 1H22, pendapatan POWR sebesar
US$268,2 juta yang berasal dari pelanggan
industri (86%) dan PLN (14%).
› Pada 2020, habisnya perjanjian jual beli listrik
pertama dengan PLN membuat volume
penjualan listrik POWR ke PLN turun -46%
YoY, berakibat pada turunnya pendapatan
POWR dari PLN (-35% YoY) .
› Penurunan permintaan listrik dari PLN akan
dialihkan POWR untuk permintaan listrik dari
data center yang sedang berkembang.
› Meskipun harga gas dan batu bara
berfluktuasi, harga penjualan yang dikaitkan
dengan COGS membuat POWR memiliki OPM
yang stabil di kisaran 26-28%.
› Selama 2016-2021, POWR stabil membagikan
dividen dengan yield 9% .
› Risiko POWR datang dari potensi habisnya
kontrak PLN serta persaingan dari perusahaan
penyedia listrik lain.

Hal Terpenting Dalam Investasi Saham

Skydrugz Review: The Most Important Things

The Most Important Things adalah salah satu buku yang sangat recommended untuk investor newbie. Beberapa buku lain yang sangat cocok untuk untuk investor newbie antara lain:

Benjamin Graham – Intelligent Investor –
Phil Fischer – Common Stocks and Uncommon Profit –
Peter Lynch – One Up on Wallstreet –
3 buku di atas itu diterbitkan sebelum tahun 2000. Sedangkan The Most Important Thing Howard Marks diterbitkan pada Mei 2011.

Jadi contoh peristiwa yang dijadikan contoh oleh Howard Marks dalam buku ini lebih banyak jika dibandingkan dengan yang dijabarkan oleh 3 buku yang lain.

Berhubung Howard Marks adalah salah satu investor yang umurnya panjang dan pernah mengalami sendiri berbagai jenis krisis, maka dia menjabarkan Insightnya mengenai market dengan cara yang sangat mudah dipahami. Memang beda cara menjelaskan orang yang benar-benar pernah menjalani berbagai jenis krisis dengan orang yang belum pernah mengalaminya.

Howard Marks pernah mengalami beberapa krisis seperti:

Embargo minyak Arab, mengenai krisis ini saya pernah membahasnya juga dulu di artikel yang lama mengenai krisis Iran, Stagflation dan Hancurnya harga saham Nifty Fifty di 1970an
Black Monday di 1987 ketika Dow Jones anjlok 22,6% hanya dalam 1 hari
Naiknya interest rates secara mendadak di 1994 yang mengakibatkan anjloknya semua high yield bond
Krisis Moneter Asia 1997-1998 yang hampir bikin bangkrut Indonesia
Krisis Default Rusia
Hancurnya Long Term Capital di 1998
Hancurnya market Nasdaq di 2000-2001
Skandal akuntansi Enron
Krisis Lehman Brothers 2008
Di buku ini, Howard Marks mengatakan bahwa saat terbaik investor belajar adalah ketika krisis. Belajar dari sejarah krisis masa lalu agar kita bisa mengetahui cara untuk bisa survive kalau di masa depan krisis yang sama berulang lagi. Investor hanya bisa dapat saham murah ketika krisis, sama seperti yang terjadi di Maret 2020.

Investor tidak akan belajar apapun ketika pasar Bullish datang. Yang terjadi ketika market super bullish adalah investor jadi lengah dan menganggap bahwa cari cuan di market sangat mudah. Ini berakibat pada investor tidak lagi peduli dengan yang namanya risiko investasi. Di masa bullish, semua investor merasa dirinya sangat jago sampai pada akhirnya krisis menyerang. Di artikel sebelumnya saya sudah bahas bahwa dalam 26 Tahun Terakhir, IHSG mengalami bearish 9x. Jadi dari situ kita sudah bisa tahu bahwa akan ada saatnya market mengalami koreksi, yang jadi pertanyaan adalah apakah kita siap menghadapinya.

Nah di buku Most Important Things, Howard Marks memberikan penjelasan mengenai berbagai hal yang menurutnya penting diketahui oleh investor yang ingin survive di market ketika krisis terjadi sekaligus mendapatkan Return di atas rata-rata.

Buku The Most Important Things Ini terdiri dari 20 bab. Di mana tiap bab itu merepresentasikan aspek yang dianggap “Most Important Things” dalam investasi, seperti:

1. Second-Level Thinking
Bagaimana caranya melatih cara berpikir yang tidak sejalan dengan konsensus market. Jika ingin mendapatkan return di atas rata-rata maka seorang investor harus memiliki kemampuan berpikir yang tidak bisa dipikirkan oleh investor biasa
2. Understanding Market Efficiency (and Its Limitations)
Kebetulan Howard Marks adalah lulusan Universitas Chicago, tempat lahirnya Efficient Market Hypothesis (EMH). Ini adalah teori yang menyebutkan bahwa harga saham ataupun harga aset di market itu sudah mencerminkan nilai realnya sehingga mustahil untuk bisa beat the market dalam jangka panjang. Howard Marks meskipun merupakan satu kampus dengan Eugene Fama, pencetus EMH, bisa memberikan penjelasan mengenai keterbatasan EMH.The Most Important Things adalah salah satu buku yang sangat recommended untuk investor newbie. Beberapa buku lain yang sangat cocok untuk untuk investor newbie antara lain:

the market dalam jangka panjang. Howard Marks meskipun merupakan satu kampus dengan Eugene Fama, pencetus EMH, bisa memberikan penjelasan mengenai keterbatasan EMH.
3. Value
Ilmu investasi sejak zaman dulu kala menyebutkan bahwa cara terbaik adalah dengan membeli barang di harga murah lalu jual di harga tinggi. Masalahnya adalah apa definisi mahal dan murah dalam saham. Apakah harga 50 murah dan harga 100 mahal? Nah, di bab ini Howard Marks mengajarkan mindset untuk melakukan valuasi sebuah saham atau aset.
4. The Relationship Between Price and Value
5. Understanding Risk
Dst… Sampai
20. Pulling It All Together
Risiko adalah Potensi rugi.

Sedangkan rugi adalah ketika risiko bertemu dengan kejadian buruk.

Contoh beli UNVR di valuasi PER >40 waktu harganya 10.000an itu adalah tindakan investasi beresiko.

Ketika kejadian buruk datang seperti Covid-19 dan laba anjlok, resiko tersebut langsung terealisasi menjadi kerugian karena investor lain langsung Dump UNVR sebab UNVR memang overvalued.

Analogi lainnya adalah ketika seseorang bangun rumah lalu tersebut memiliki cacat konstruksi. Tinggal di rumah tersebut adalah tindakan beresiko. Tapi rumah tersebut tetap berdiri karena belum ada kejadian buruk. Ketika gempa kecil datang, resiko tersebut terealisasi jadi kerugian dengan hancurnya rumah tersebut ketika rumah lain tetap kokoh berdiri.

Jadi sebagai seorang investor kita harus memahami risiko investasi. Belajar mengantisipasi dan bereaksi terhadap segala resiko tanpa menimbulkan banyak kerugian.

Kira – kira itulah beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh Howard Marks dalam buku The Most Important Thing

Sumber : pintersaham

Voucher Zalora

Anda dapat voucher Zalora disc. 20% (up to 170rb) min. trx 170rb. Masukkan kode voucher TDAU16VMOZB di tsel.me/DCIZal2 hingga 6 Oktober 2022. Info: tsel.me/DCI36

Anda dapat voucher Zalora disc. 15% (up to 88K) min. trx 170K. Masukkan kode voucher TDAU8HSMSP di tsel.me/DCIZal1 hingga 6 Oktober. 2022. Info: tsel.me/DCI36

Anda dapat voucher Zalora disc. 15% (up to 88K) min. trx 170K. Masukkan kode voucher TDAU8BRR4W di tsel.me/DCIZal1 hingga 6 Oktober. 2022. Info: tsel.me/DCI36

Analisis Prospek Batubara

Starter Kit untuk Analisis Sektor Batu Bara

Lonjakan harga batu bara hingga lebih dari 200% dalam setahun telah mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih emiten batu bara. Meski demikian, kinerja emiten rentan terdampak perubahan kebijakan pemerintah dan komitmen net zero emission bakal mengurangi penggunaan batu bara dalam jangka panjang.

Lantas, sampai kapan commodity boom batu bara dapat bertahan? Strategi apa yang diambil emiten baru bara seperti ADROPTBAITMGINDYHRUMBUMI hingga TOBA untuk mengantisipasi net zero emission?

Selain membahas lonjakan harga dan diversifikasi bisnis emiten batu bara, laporan ini juga membahas tentang:

  • Tren dan perkembangan terbaru seputar sektor batu bara
  • Kinerja operasional, keuangan dan valuasi emiten-emiten batu bara
  • Faktor-faktor yang membuat industri batu bara menarik dan risiko-risiko utamanya

Sumber : Stockbit

Perbandingan Tabungan BCA, BNI dan Mandiri

Kali ini saya mau bahas produk tabungan umum di 3 bank besar yang ada di Indonesia. Sesuai urutan abjad : BCA, BNI, Mandiri. Perbandingannya di biaya bulanan, limit transaksi, fasilitas internet banking, program promosinya dan cara membuka rekening tabungan online.

Biaya bulanan : Tahapan BCA Blue Mastercard Rp 15.000,-, BNI Taplus GPN administrasi Rp 11.000,- + kartu Rp 4.000,-= Rp 15.000, Tabungan Mandiri Gold Visa administrasi Rp 12.500 + kartu Rp 5.000= Rp 17.500

Limit transaksi : Mandiri, BNI, BCA

Internet banking (paling mudah tanpa token) : BCA Mobile, BNI Mobile, Mandiri Livin. Semua ada di handphone Android dan Apple.

Program promosi : promo BCA, promo BNI, promo Bank Mandiri

Cara buka rekening online : BCA, BNI, Mandiri

Semoga bermanfaat.

Iuran Baru BPJS Kesehatan

Iuran baru BPJS Kesehatan adalah 5% dari gaji pekerjaan formal, 1% dipotong dari gaji, 4% dipotong kan dari uang perusahaan tempat bekerja dengan maksimal setara gaji Rp 12 juta sebulan, atau maksimal 600 ribu dengan rincian 120 ribu dipotong dari gaji karyawan dan 480 diambil dari uang perusahaan tempat bekerja.

Untuk nonformal atau bukan pegawai penerima upah, iurannya masih tetap seperti sebelumnya, berkisar dari Rp 35ribu-Rp 150 ribu tergantung kelas yang diambil.